Salah satu tujuan dari e-learning yang saya kutip dari mas Romi adalah:
e-Learning harus didesain utk dapat memberikan nilai tambah secara formal (karier, insentif, dsb) dan nonformal (ilmu, skill teknis, dsb) untuk pengguna (pembelajar, instruktur, admin)
Yang saya sedihkan, adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kekuatan kata e-learning untuk mencapai tujuan selain tujuan e-learning. Dari mulai ISP, vendor, hingga foundation/ yayasan yang cukup berskala besar. Sehingga menjadikan perkembangan e-learning Indonesia menjadi setengah hati karena goalnya bukan e-learning. Lebih ke perhatian massa, award, popularitas dan angka hit/ penjualan produknya.
Mengikutkan e-learning sebagai salah satu service atau konten yang didapat apabila menggunakan produk/ servis memang tidak salah. Tetapi akan sangat disayangkan apabila tujuan mulia e-learning kalah dengan “tujuan mulia” marketing. Desain dan persiapan produk/ service mengalahkan desain dan kesiapan produk e-learning yang ditawarkan. Dapat terjadi kekecewaan pada customer.
Di Bubu awards, -salah satu award prestigius untuk masayarakat IT Indonesia- pun (yang sekarang entah apa yang terjadi pada situsnya), untuk edukasi hanya ada satu kategori (dan linknya pun keliru). Setelah webwalking ke situsnya, terlihat sangat miskin kontent e-learning, mungkin bukan ini sisi penilaiannya karena ketegorinya masuk ke edukasi, dan e-learning hanya secuil dari luasnya bahasan edukasi.
Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan e-learning Indonesia?











eh bubu awards kok ngga ada lg ya..
aha… tapi saya rasa, masih ada juga kog yang punya tujuan mulia untuk adakan e-learning…. jadi, udangnya enak dimakan kok mbak….
gemana kalo produknya pake open source aja..yg dibayar cukup jasa pelatihannya aja..
lbh enak lg kalo produknya dikembangin komunitas ti di lingk pendidikan itu sendiri..jd uangnya muter di dlm aja..
@hermin > Benar sekali, tidak sedikit juga yang memiliki tujuan mulia
@Dani > kita tunggu sama-sama BuBu awards tahun ini mas. Kalau yang tulus sebaiknya masalah uang tidak perlu menjadi tujuan utama dalam penerapan e-learning, cukup biaya maintenance dan pengembangan saja
Beberapa permasalahan yang saya temui pada tools opensource:
1. Kesulitan untuk kustomisasi, karena fiturnya terkadang kurang memadai/ kurang sesuai dengan keinginan
2. Rentan di hack, karena sourcecode dapat dibaca siapa saja
3. Client-client dengan dana “besar” jarang yang menginginkan penggunaan opensource, mereka lebih memilih jaminan garansi, support, dan kustomisasi yang tidak dimiliki opensource.
dan keuntungan penggunaan opensource karena murah dan mudah (tidak perlu develop dari awal).
terlepas dari berbagai persoalan yang ada, mari kita giat mengembangkan dan mempopulerkan elearning di Indonesia. saya salut dengan buah pemikiranmu. oya, kalo ga keberatan, mohon komentarnya untuk tulisanku di http://gurumuda.wordpress.com. salam kenal
Contoh elearning untuk PT:
http://elearning.gunadarma.ac.id/
Untuk bahan ajar:
http://ocw.gunadarma.ac.id/
Untuk paper:
http://repository.gunadarma.ac.id/
Semoga bermanfaat