Takdir

21 04 2015

Kita yang mengikuti rencana Tuhan. Bukan Tuhan yang mengikuti rencana kita. Kadang kita tak bisa membedakan antara do’a, meminta, atau menyuruh





17 04 2015

Ketika kau menatap pada cermin, mendapati kulitmu tak seputih shinta, rambutmu gimbal, tidak funky, kata-kata mu baku seperti majalah Intisari. Kau mungkin bertanya, adakah yang suka padaku? tidak bisa main musik, introvert, kutu buku, dan yang paling parah, kau tidak pernah bisa berhadapan dengan lawan jenis tanpa sahabat terbaikmu, grogi. (bukan pedangdut itu)

Akhirnya kau berjalan menyusuri hidup, sendiri, dan hanya menjadi pemerhati sambil tetap menekuni keseharian dengan buku, komputer, dan teman-teman.

Bukan hal yang jarang, saat seseorang berkata tidak, langsung, tidak langsung, dengan cara yang gila ataupun sederhana. Setiap mereka berkata “tidak, tidak denganmu” saya selalu tersenyum, kenapa? Tuhan mempunyai cara yang unik yang saya paham benar. Dia selalu memberikan yang terbaik. Dan celakanya, saya tidak pernah ragu akan itu. Kenapa celaka? karena bagi beberapa orang mungkin itu aneh, gila, sinting, mungkin ditambah sedikit koprol saya akan langsung digiring ke panti jiwa. Setiap kata tidak, menyadarkanku bahwa diluar sana saya milik seseorang yang lebih baik dari mereka yang berkata tidak itu, siapa? dimana? kenapa? saya tidak tahu. Tanyakan pada Tuhan. Setiap pertanyaan saya selalu bertanya pada Tuhan, dan dengan cara dan ketentuan yang disukai oleh-Nya tentunya, dan jawaban pasti saya terima dengan cara nya masing-masing, cepat, lambat, atau menjawab lagi dengan pertanyaan yang dapat membuat saya berfikir kembali tentang pertanyaan saya sebelumnya.

Saat kau menemukan sebuah pesan di jejaring sosial, ditujukan kepadamu, bukan spam, bukan salah orang, bertanya apakah saya pernah satu sekolah dasar dengannya, dan itu dari perempuan. Lalau kau membalas pesan itu. Dan pesan-pesan lainnya yang datang berikutnya. Dan sampai pada saat kita harus bertemu secara langsung. oookay.. stop dulu.. ingat teman saya yang bukan pedangdut tadi? how you can manage it?

Ajaibnya, kami bertemu. Kulitnya langsat, bukan putih pucat seperti bubur pulp yang justru banyak diiklankan di televisi. Rambutnya panjang, tidak berkumis, tentu saja karena dia perempuan. Semuanya natural saja. Sampai kami akhirnya “jadian” tanggal 22 Oktober 2005. Sekian lama kita berkenalan, semakin kenal dan semakin nyaman. Banyak yang sudah dilalui. menelusuri hobi masing-masing yang ternyata banyak sama nya. Dan selalu belajar

No one falls in love by choice, it is by chance.
No one stays in love by chance, it is by work.
No one falls out love by chance, it is by choice.





Rukun islam

17 04 2015

Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.”(HR.Bukhori dan Muslim)





Doa untuk orang yang dikaruniai kelahiran bayi

27 05 2012

Ketauladanan ummu Sulaim RA, ibunda dari Anas bin Malik RA pelayan Nabi Muhammad SAW sangat terkenal dalam sejarah Islam. Saat ia dilamar oleh Abu Thalhah, seorang hartawan musyrik di Madinah, dengan mahar emas dan perak, Ummu Sulaim menolak.

Ummu Sulaim justru menginginkan mahar yang jauh lebih berharga daripada emas dan perak. Itulah keislaman Abu Thalhah. Abu Thalhah pun masuk Islam dan keislamannya sangat baik. Ia adalah seorang jagoan panah yang sangat berani dalam barisan jihad kaum muslimin Madinah. Dari pernikahan itu lahir seorang anak yang menjadi permata kehidupan rumah tangga mereka.

Suatu ketika Abu Thalhah mengadakan perjalanan dagang. Saat itu anak kesayangannya sakit keras dan kemudian meninggal. Ummu Sulaim mengurus semuanya dari memandikan, mengafanai, menyolatkan hingga menguburkannya. Ia bersabar dan menyembunyikan berita kematian anak kesayanganya dari suaminya.

Ketika Abu Thalhah kembali ke rumah, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat. Ia menyediakan jamuan makan yang lezat dan malamnya ia memberikan kehangatan yang memuaskan suaminya. Keesokan harinya, barulah ia memberitahukan berita tentang meninggalnya anak kesayangan mereka.

Kontan saja Abu Thalhah marah dan segera pergi menemui Rasulullah SAW. Ia tumpahkan kekecewaan dan kesedihannya kepada beliau SAW. Mendengar ceritanya, Rasulullah SAW mendoakan agar keduanya dikaruniai anak yang shalih. Beliau bersabda,

وَالَّذِي بَعَثَنِي بِالْحَقِّ لَقَدْ قَذَفَ اللَّهُ – تَبَارَكَ وَتَعَالَى – فِي رَحِمِهَا ذَكَرًا؛ لِصَبْرِهَا عَلَى وَلَدِهَا

“Demi Allah Yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah SWT telah menanamkan benih anak laki-laki dalam rahimnya, berkat kesabarannya atas meninggalnya anaknya.”

Doa Nabi SAW dikabulkan Allah SWT dan berita yang beliau kabarkan sungguh benar. Sembilan bulan setelah itu, Ummu Sulaim melahirkan seorang bayi laki-laki yang mungil. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Anas, temuilah ibumu dan katakan kepadanya, “Jika engkau telah memutuskan tali pusar bayimu, janganlah engkau berikan kepadanya sesuatu pun, sampai engkau mengirimkannya kepadaku!”

Bayi itu akhirnya dibawa oleh Anas bin Malik kepada Rasulullah SAW. Beliau SAW mengolesi langit-langit mulut bayi itu dengan kunyahan kurma ‘Ajwah, kurma Madinah yang lembut. Bayi laki-laki itu menggerak-gerakkan lidah dan bibirnya. “Orang Anshar memang suka kurma,”seloroh Rasulullah SAW.

Beliau SAW kemudian bersabda, “Wahai Anas, bawalah bayi ini kepada ibumu dan katakan kepadanya:

بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahimu pada bayi ini dan semoga Allah menjadikannya sebagai anak yang berbakti dan bertakwa.”

(HR. Al-Bazzar 13/495 no. 7310 dengan sanad shahih. Al-Hafizh Nuruddin Al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid wa Mamba’ul Fawaid, 9/261 berkata: Diriwayatkan oleh Al-Bazzar, para perawinya adalah para perawi kitab ash-Shahih selain Ahmad bin Manshur ar-Ramadi, dan ia adalah perawi yang tsiqah).

Inilah doa untuk orang yang dikaruniai kelahiran bayi. Bila yang didoakan adalah seorang bapak, maka lafal doa disesuaikan dengan kata ganti laki-laki sehingga berbunyi,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهِ وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahimu pada bayi ini dan semoga Allah menjadikannya sebagai anak yang berbakti dan bertakwa.”

Dan jika bayi yang lahir adalah perempuan, maka lafal doa disesuaikan dengan kata ganti perempuan sehingga berbunyi,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيهَا وَجَعَلَهَا بَرَّةًً تَقِيَّةً

“Semoga Allah memberkahimu pada bayi ini dan semoga Allah menjadikannya sebagai anak yang berbakti dan bertakwa.”

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Sumber : http://arrahmah.com/read/2012/05/25/20453-doa-untuk-orang-yang-dikaruniai-kelahiran-bayi.html





Life with HP-ness

2 12 2011

Saat membaca tentang kompetisi menulis dari HP ini, aku langsung teringat printerku. HP Deskjet 3920.

Perkenalan ku dengan HP adalah sejak aku kuliah, tugas-tugas sudah menuntut dalam bentuk hardcopy yang di print, akhirnya aku mencari printer yang cukup tangguh untuk menghadapi tugas-tugas dari dosen. Tanya sana-tanya sini akhirnya pilihanku jatuh ke HP Deskjet 3920. HP D1360 Kenapa…?

  1. Murah! Diantara printer-printer yang ada saat itu HP Deskjet series termasuk yang termurah; Maklum, mahasiswa..😀
  2. Eits jangan salah. Aku termasuk orang yang banyak pertimbangan sebelum membeli barang. 3920 telah kubaca review-reviewnya dari beberapa tabloid PC ternama dan rata-rata memberikan empat dari 5 bintang untuk printer ini, bahkan beberapa menobatkannya sebagai recommended printer.
  3. Bentuknya mungil, cocok dan senada dengan kamarku yang juga mungil (beberapa orang bilang sempit (-__- !) )
  4. Simple! Siapa yang suka yang ribet-ribet? Di D1360 hanya ada SATU TOMBOL! dan saat paper traynya dilipat, lebih mirip seperti bantal jepang ketimbang printer (^_^)v, dan koneksi USB, tinggal colok, pakai!

Ketiduran di printer -__-!
Benar saja, ketiduran di printer -__-!
ketiduran..
berasa bantal jepang kali ya -__-!

Dengan hasil dari menjadi asisten di Lab, alhamdulillah printer idaman itu dapat ku bawa ke rumah.

Setelah menggunakannya, semakin banyak hal yang aku jagokan dari printer ini

  1. Cepat. Kecepatan printnya ruarr biasa.. Jangan heran kalau di tempat sewa komputer banyak yang pakai printer mungil ini
  2. Mudah perawatannya. Headclean nya bagus, bikin head awet, dan harga catridge nya terjangkau
  3. Bisa diandalkan. Ini sangat saya rasakan saat aku menyusun tugas akhir saya. Beberapa kali revisi, cetak formulir ini-itu, mencetak buku tugas akhir yang sangat tebal, tinggal klik print, and let HP do the rest, ngga pake acara paper jam segala. Sehingga waktu saya bisa sangat optimal.
  4. Hasil cetak terbaik di kelas nya. Aku gunakan 3920 tidak hanya untuk teks hitam putih diatas kertas, tapi sudah saya coba di kertas transfer/ sablon, cover CD, label CD, karton, sticker, glossy paper, photo paper. Hasilnya wow!  Tidak mengecewakan.

Itulah, 7 wonders of HP yang aku alami. Telah habiskan ber-rim-rim kertas pun,  printer HP 3920 ku masih bebas kendala. Dan bahkan setelah kuwariskan ke adik-adikku.

Yang paling berkesan saat menggunakan  D3920 adalah ketika aku menyusun Proyek Akhir (PA) ku. Buku PA-ku termasuk tebal diantara buku PA umumnya, karena lampirannya sangat banyak, hingga mengalahkan isi buku yang non-lampiran. Tetapi bukan itu yang membuatnya berkesan. PA ku terpilih menjadi PA terbaik untuk periode wisuda saat itu (Semester genap tahun 2005). Tak bisa kubayangkan PA ku tanpa bantuan HP D3920. Terima kasih HP, tanpa 3920, PA ku takkan se-hebat itu.

HP Deskjet 3920, bring your life to HP-ness.





Mini is the new giant

2 12 2011

First encounter

Pertemuan pertama dengan si mungil ini berawal ketika aku dan beberapa teman memiliki ide untuk membuat aplikasi pemesanan untuk di resto/ cafe. Aplikasi yang akan dibuat cukup kompleks, ada aplikasi database, web server, aplikasi desktop, dan aplikasi mobile di smartphone. Termasuk editor, testing tols  dan runtime environment-nya yang berbeda-beda untuk masing-masing platform. Bayangkan, software sebanyak itu kadang harus berjalan berbarengan! Dan kebetulan pilot project nya berada di kota Solo, cukup jauh dari domisili kami di Bandung.
Untuk memudahkan mobilitas, sekaligus pengadaan peralatan terkait pekerjaan, kami membeli PC server, beberapa smartphone, LCD, dan lain sebagainya, termasuk HP Mini  110-1000 warna putih. Pada awalnya Si Putih, begitu kami menyebut netbook ini,  hanya digunakan untuk mobilitas. Presentasi, kirim dokumen, internetan untuk mencari-cari bahan riset.
Pada awal pekerjaan, aplikasi tersebut diinstall di PC server. Saat testing, kami kekurangan PC untuk testing. Karena di lapangan nanti, aplikasi akan diakses oleh beberapa PC sekaligus. Sedangkan budget sudah tidak mencukupi untuk pengandaan PC lagi. “install di Si Putih aja!” celetuk salah satu temanku. Whaat!?! aplikasi segitu banyak diinstall di netbook? pikirku. Tidak ada pilihan lain, selain harus dicoba, setengah tidak yakin karena perbedaan spek yang cukup jauh antara server dan netbook.
Setelah terinstall semuanya Si Putih akan bertindak sebagai server, dan PC server akan bertindak sebagai client. Dan testing aplikasi pun dimulai. Dan hasilnya lebih dari yang diharapkan! Aplikasi berjalan lancar, dan tidak ada masalah. Masalah hanya muncul di setting jaringan WiFi dengan smartphone (T_T).
Singkat cerita, aplikasi ini selesai dengan sukses.

The inventing Giant

Setelah project ini selesai, Si Putih masih tetap bekerja untuk beberapa project hebat lainnya. Bahkan untuk presentasi Tugas Akhir Sarjana, Si Putih bertindak sebagai bintang utama. Menulis skripsi, internetan, hingga deploy aplikasi Tugas Akhir menggunakan Si Putih, TANPA MASALAH! Dibawa ke bandara, TANPA KHAWATIR, karena Si Putih dilengkapi Windows XP Home Edition Service Pack 3.0 ORIGINAL! Bebas khawatir ada razia dari pihak manapun! [^_^]v
Selanjutnya, Si Putih (sampai saat ini) masih mengerjakan beberapa permintaan pembuatan software. Mulai dari kios informasi Narkotika kerjasama dengan Badan Narkotika negara kita tercinta dan operator seluler terkenal.
Which is, kios ini adalah kios informasi + ada kuisnya. Pengunjung bisa bermain, mengerjakan kuis, dan mendapatkan beberapa macam hadiah tergantung dari nilai kuis yang didapatkan. Semuanya kami bangun dari nol, badan kios dari baja, LED display, mikrokontroller, aplikasi, semuanya 100% buatan anak negeri! dan saya rasa belum ada mesin seperti ini di Indonesia.🙂

Pekerjaan lainnya, adalah membuat display informasi untuk di gunakan di 99 masjid raya se-Indonesia. Saat peluncuran aplikasi ini, bertepatan dengan menjelang bulan Ramadhan, dihadiri langsung oleh Menkominfo, bapak Tifatul Sembiring beserta jajaran direksi Operator, dan hadir ustad Yusuf Mansyur. Wah, betapa bangga nya saya kala itu. Si putih juga pernah mengerjakan aplikasi reporting untuk keperluan inventory BTS operator hanya dalam waktu satu malam! Semuanya selsai oleh si putih yang mungil ini. Fisik mungil kemampuan stabil.

It’s a PC

Saya dan Si Putih kian intim. Intim secara personal! it’s true!

Si Putih saya gunakan untuk mendesain undangan pernikahan, membuat ceklist, dan seabrek keperluan mendekati hari terpenting di kehidupanku. Si Putih kini bukan sekedar netbook, tapi sudah menjelma menjadi PC, Personal Companion.

Graffiti di cover si putih

Kini aku bekerja sebagai dosen di sebuah politeknik di Bandung. Si Putih tetap setia membantu mempersiapkan materi kuliah, mengajar, menyusun nilai, rapat, dan kegiatan lainnya. Dinyalakan seharian ngga ada masalah. Jika harus keluar kota, Si Putih selalu menghiburku di perjalanan, memainkan musik, film kualitas HD 480p, browsing, mencicil membaca koleksi ebook, dayatahan baterainya sangat memuaskan.

Si Putih tidak hanya membuatku menjadi lebih produktif, mobile, tapi juga gaya! Desain si putih sangat aku sukai. Putih dengan grafiti yang wahh deh pokoknya.. bikin saya jadi dosen paling keren ^_^

Si dosen dan si putih

Si Putih telah menjadi jembatan antara ide dan realisasi. Si Putih juga telah menjadi bagian dari segala achievement yang aku dapatkan dari pekerjaan-pekerjaan. Walau bukan dalam bentuk piala dan piagam, beberapa achievement itu tidak dapat dinilai dengan uang. Si Putih telah banyak membantu, bukan hanya saya, tim terkait pekerjaan,  mahasiswa-mahasisawa yang saya ajar pun terbantu. Ini ceritaku dengan HP mini-ku, Si Putih. Terima kasih telah membaca tulisan sederhana ini. Seluruh tulisan ini ditulis menggunakan Si Putih.





Twilight Saga – New Moon

29 11 2009

Film kedua dari The Vampire Tetralogy (Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn) karya Stephenie Meyer Baru keluar mingu-minggu ini. Abis nonton, langsung ubah status FB, mungkin ini udah jadi trend, jaman sekarang, entah cuma mau bilang dama temen-temennya “eh gw udah nonton film  ‘kunyuk makan kampret’ lho..” atau cuma nunjukin emosi yang didapat sehabis nonton film. “waah filmnya boring abis..”, “kunyuknya kenapa doyan kampret ya?”, dan statement-statement spontan yang keluar setelah nonton film, yang kebanyakan….ga penting?!? I don't know

Ada yang menarik di film kedua ini. Pengenalan tokoh baru, Jacob yang cukup “menggeser” tempat Edward Cullen (bukan aktor tahun 20-an) kita sebut saja billy EC (108) dari hati para wanita yang sempet kleper-kleper di film pertama.

Awalnya.. si EC ni mu ninggalin Bella Swan, BS (17) karena alasan ketidak cocokan (EC kayaknya kepengaruh infotainment di Indonesia, moga2 aja jangan sampe ada Elsa Syarif di sebelahnya) pergilah si EC ninggalin BS. Nah si BS ni atu klo sebenernya si EC masih suka merhatiin dia dari jarak jauh pake ilmu rawa rontek ajian ki Mangunsaad. Si BS ini suka caper biar EC dateng lagi ke dia. Dari mulai nyoba parasailing tanpa parasut d'oh, ngebonceng om om geng motor idung belang hypnotized, sampe kebut2an naek motor. Pas pengen trek-trekan tnyata motornya BS rusak jadinya minta tolong temennya si Jacob Black, hiroJB (16) buat benerin tu motor. Hubungan BS berlanjut ama si JB, gara2 sering konsultasi soal bisul motor sama si JB. Walau BS masih jatuh cintrong sama EC tapi dia juga suka ama JB (dasar genit, ga 108 taun ga 16 taun, diembat semua) shame on you.

Ngga taunya JB malah ngejauhin S dengan alesan yang awalnya si BS ga ngerti. BS sempet ngira JB keturunan siluman lutung monkey pas JB bisa lompat2 kayak lutung buat masuk ke kamar BS. Dan akhirnya ketauan juga kalo JB itu indian klan Quileute (ˈkwɪlijuːt/ heh? kanjut?) yang bisa menjelma jadi meong super gede (atau puppy dog eyes ya?). Pas BS tau JB bisa jadi meong dikenalin lah BS sama temen2nya si JB. BS mungkin udah terbiasa ya, udah dua kali dikenalin ke keluarga siluman, jadinya ngga canggung lagi, salut buat BS, memang penyayang binatang sejati. thumbs up

Inti dari film ini adalah plot yang lambat, dan bagi anda yang nyari action selamat kecewa. Actionnya ga terlalu banyak, efeknya juga gitu2 aja. Sekuel ini sepertinya hanya bertujuan untuk pengenalan dan penguatan tokoh untuk di sekuel Twilight selanjutnya. Again, this is just a may-B.

Moral of this movie? hmm apa ya? kalau dia aja tega ngasih rating 4.5 . Ngga ada alasan buat gw ngga bisa ngasih rating 4.0.

Gambar: 4
Sound:5
Story: 4
Acting: 5
6packStomach: 1

Poor movie to watch. Selain adegan BS ketemu EC yang tiap ketemu kissing (yuck sick) bikin khawatir orang tua sama anak gadis nya. Banyak adegan dan musik-musik ga penting. seperti pas BS baru ditinggalin ama EC, diperlihatkan BS di kamar nangis sesenggukan, lewat berapa bulan, masih gitu juga, beuh. Apa BS selama itu ngga makan? berak? mandi? solat (hehehe)?

Selain itu, yang cukup dikenakan dalam film ini adalah pria-pria L-m*n, sawo matang rambut hitam, alias asia pisan dengan perut kotak-kotak yang kayaknya kalo pak tani liat bisa nyawah disitu atau sekedar maen catur tuk menghabiskan waktu luang. Ngga.. gw ngga ngiri, gw cukup bersyukur dengan apa yang gw punya sekarang.  Lagian trend 2010 alah pria dengan “perut”. Sixpack mah udah ga jaman. Bwahahaha.

Tadinya gw sempet mau daftarin Luna, kucing gw ke panitia kurban karena khawatir dia bakal berubah jadi cowo yang lebih ganteng dari gw, berperut “tegalan sawah” dan ngerebut dambaan hati gw. Tapi setelah ber istighfar, akhirnya gw urungkan niat itu dan si Luna masih bisa nyolong ikan dari meja makan emak gw dan keluar diikutin bunyi derap langkah kaki dan “keprukan” sapu lidi sebagai “tembakan peringatan” buat si luna dari emak gw.

Ini mungkin beberapa siluman meong yang bakal tampil di film selanjutnya. “Hantu meong binal”

Healthy stomach is a must, sixpack is an option








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers