SocioTech

25 07 2007

Ada kejadian. Tidak bisa saya sebut (entah) lucu atau menjengkelkan.

Begini, di kampus kami jika anda ingin registrasi untuk semester baru, anda akan diminta menginputkan matakuliah yang akan anda ambil pada semester ini (web based…okeeey…) Setelah anda menginputkan, maka sistem akan mencetak semacam bon tagihan (well..) jumlah yang harus anda bayar untuk semester ini. Setelah itu kami harus berjalan kuranglebih seperempat kilo ke “Bank Cabang Kampus”, membayar, (dan) kembali ke tempat anda registrasi memberikan bukti kalau anda sudah setor dan anda akan diberikan kartu mahasiswa (dulu) dan kartu studi mahasiswa (sebenernya bukti udah bayar tagihan dan kadang berguna jika kita lupa kita kuliah apa semester ini dan menghindari salah masuk kelas).

Nah, untuk proses registrasi saja perlu olah raga ngantri dan jalan santai setengah kilo. Belum lagi kalo syaratnya kurang.

Yang lebih menggelikan, sebagai syarat sidang kita harus memberikan print-out nilai kita dari semester awal sampe akhir yang notabene data  tersebut masih dalam satu jaringan komputer lokal dan dapat diakses dimanapun di dalam lingkungan kampus. Setelah itu print out tadi akan “dipelototin”, ngecek siapa tau diantara nilai-nilai itu masih ada yang TEKDUNG (T, E, K atau D) . Jika ada maka anda belum di”restu”i sidang.

Mengapa harus se-ribet itu untuk melakukan hal2 yang sebenarnya dapat dibuat paperless (and sweatless off course). Diantara staff ada yang pernah ditanya mengapa harus “seperti itu”. Dan jawaban mereka

“Ndak bisa dbikin gtu (maju .red). Nanti mahasiswa ndak akan kenal siapa staff nya, ndak bersosialisasi..” (sebagian percakapan kami potong karena penonton akan ketiduran bosan)

Wah..wah.. mahasiswa akan menjadi tidak bersosialisasi?? Mungkin itu yg jadi sorotan utama pada era Web2.0 sekarang ini sehingga muncul seabreg website-website dan service yang community based. Dan community ini dijadikan indikator kelahiran Web2.0 (selain simplicity design, gradation duotone color dan curvedbox😆 ) Anda ingin interaksi, pasangkan saja VLC plugin pada script web anda, dan anda bisa melihat siapa yang sedang di seberang sana.

Akan berkurangnya sosialisasi, hilangnya tradisi, tidak dapat menjadi alasan lagi mengapa seseorang tidak boleh disentuh teknologi atau menerapkan teknologi setengah jalan. Teknologi tidak membuat individu menjadi autis kecuali individu itu memilih untuk autis.

One machine can do the work of fifty ordinary men. No machine can do the work of one extraordinary man. ~Elbert Hubbard, The Roycroft Dictionary and Book of Epigrams, 1923

More quotes bout technology


Actions

Information

3 responses

1 08 2007
Joe

Saya juga pernah buat website yang canggih2x. eh tapi pas dikasih lihat ke user, user-nya malah minta dihide aja, karena katanya terlalu repot makenya. padahal usernya aja yg ngga mau belajar hal baru…hehe

14 08 2007
Fazuan

Selama masih ada jalan yang panjang, kenapa musti dipersingkat😀

Tanya Ken apa ????

14 08 2007
albirru

Hahahaha…
Rata-rata seperti itu yah? Alergi jika ada sistem baru. Belum di coba udah protes sana-sini. Cape dech.

Saya juga pernah buat sistem nilai mahasiswa untuk jurusan. Maksud di buatkan sistem itu supaya nilai mahasiswa perjurusan terkontrol di jurusan, jika ada yang salah jurusan bisa memperbaikinya.

Udah dibuat sedemikian rupa, pake teknologi web 2, eh… staff jurusan bilang ribet, gak guna, dan bla bla bla… padahal dicoba aja belum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: