Menulis blog dengan baik dan benar

23 09 2007

Sampai saat ini blog saya hanya sebagai tempat tumpahan emosi ato cerita-cerita keseharian saya. Sebenarnya itu hanya salah satu dari sekian banyak fungsi sebuah blog. Basicly, blog adalah media informasi, informasi apa dan siapa yang memberi informasi yan membedakan satu blog dengan blog lainnya.

Saya sendiri menjadikan blog sebagai tempat curhat, sharing kehidupan, pengalaman, dan knowledge.

Mengenai bagaimana menulis blog, setelah blogwalking kesana kemari, jalan-jalan ke blog-blog ngetop, melihat bagaimana mereka menulis blog, apa yang ditulis, bagaimana ending tulisan di blog. Ternyata menulis blog memiliki gaya yang berbeda walaupun, dapat dapat menrima gaya menulis bagaimanapun, seperti apapun.

Sekarang ini juga muncul layanan microblogging disana, sana, dan disini. Microblogging mempermudah dan memfasilitasi mereka yang tidak ingin di repotkan macam – macam dalam membuat blog. Hanya tinggaltulis satu dua kalimat, selesai.

Ciri yang saya lihat dari suatu posting blog adalah,

  • memiliki link, baik internal blog, antar blog atau ke situs lain yang memiliki keterkaitan informasi dengan apa yang di posting. Untuk apa?? ya bisa macam-macam perutukannya. Misalnya sebagai verifikasi atau sumber data pendukung
  • Bisa menerapka seluruh gaya menulis yang ada di dunia nyata, tanpa hambatan (tergantung blog engine-nya)
  • Sebagian besar blog punya karakter, spesifik ke topik tertentu, tapi content yang bervariasi juga merupakan karakter, bukan?

Saatnya bebenah blog saudara-saudara..Bismillah

Advertisements




Kapita selekta minggu ini, Romi Satriawahono

20 09 2007

Kok nggak nemu ya di rumahnya bude Wiki

Tapi di padepokannya om Gugel ada 33,100 hasil pencarian untuk “kapita selekta”. Tadinya ingin memberikan definisi dulu tentang apa itu kapita selekta ternyata dia juga tidak tahu dan disini juga tidak memuaskan.

Pokoknya kuliah kapita selekta minggu ini pembicaranya adalah salah satu selebritis blog Indonesia, selain bapak yang ini, ini, ini dan itu dan masih banyak lagi tentunya. Semoga tidak ada halangan.

Wuaaa….senangnya…
Thank you.. STT





3 hari di Jakarta

14 09 2007

Kemarin (11-13 September 2007) Saya ditugaskan ke Jakarta oleh kantor namun membawa nama institusi. Rencananya untuk sosilaisasi penggunaan aplikasi manajemen demand suatu produk broadband internet perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia ke setiap datel, total delapan datel harus kami kunjungi, 5 di Jakarta dan lainnya adalah Bogor, Bekasi dan Tangerang. Selain saya, Miftah dan Icha, ada juga empat anak PKL yang menemani kami, 2 orang cw-2 orang co.

Waktu akan berangkat sudah disertai ke BT an yang luar biasa, karena selain saya udah ngebela-belain ngga dateng kuis mata kuliah yang dosennya ngga bakal nerima kuis susulan walau kiamat sekalipun, waktu keberangkatan molor hampir 2 jam dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Udah ngebela-belain bangun pagi juga padahal. Dan hebatnya salah satu anak PKL walau sudah telat 2 jam masih dengan santai minta izin sarapan bubur dulu. Padahal waktu sepakat berangkat jam sekian dia ada disitu ❗ dan saat datang hanya menggunakan polo shirt dengan celana seadanya. Mbo ya hargai client sedikit napa, ato setidaknya hargai kami dengan berpakaian pantas (dan datang tepat waktu) dan hebatnya lagi dia ketua DKM,

duh, muka Islam mau ditaro dimana dek.. Read the rest of this entry »





Ramadan

14 09 2007

Bismillahirrahmanirrahiim..

Dear Allah,
The Most Kind The Most Merciful, The most Powerful and Wealthy
There’s no suitable words to return your kindness
To put me in this holly month of all
To regret my sins
To allow me, to cry,
To give a momentum,
fulfill my syahadah,
fix my prays,
pay my alms,
fill my breath with Your holly names only..

Dear Allah,
You gave us a great alert to my homeland
Alert of our greed
Alert of our ego
Alert for worshiping lust
Just before we come in to your Ramadan

Dear Allah,
Please strengthened  our promise
That there will be only You and Your Messenger in our heart
Please protect and empower us from Your enemies
Blaze the spirit to against our lust, hate and greed

Bismillah rahmaan rahiim





Private: Saya Harus Bagaimana ??

3 09 2007

Kemarin kami nonton Cintapucino, another work of Rudi Soedjarwo. A novel based movie. Kisahnya tentang seorang perempuan yang dihadapkan kepada pilihan antara calon suami dan legend cinta dia. In the end, perempuan itu memilih legend dia.

So habis nonton jadilah kami “terbawa suasana” cerita masa lalu kami. Iya, dulu gw jg punya legend, tapi itu dulu n sekarang dia hanya sebatas teman bagi saya.
dulu pernah (saya bahkan lupa kapan) , entah karena gi gada kerjaan n pengen tau kabar temen-temen lama, saya pernah menghubungi temen-temen lama saya semasa SMA dahulu, termasuk legend saya dulu itu. Nothing matter in the conversation, just a regular chit-chat, how r u, whats up to, r u merried yet, bla-bla-bla.

Saya termasuk orang yang tidak ingin melupakan teman, ingin mempunyai banyak teman, karena sifat saya yang cenderung tertutup, menganggap suatu pertemenan adalah suatu yang berharga .

Untuk kasus legend saya ini, saya sudah sejak lama -bahkan jauh sebelum saya bertemu dengan tunangan saya yang sekarang- berhenti mengharapkan dia. Ya, dulu saya menyukai dia. Sempat sayang ?? ngga !!

Dan tunangan saya menganggap itu sebagai suatu bentuk penyelewengan yang sangat menyakiti hati. Duh. Walau dia berkata it’s okay, saya tahu di hatinya dia sedih, and sudah 24 jam lebih tidak menghubungi, kangen…

Walau sudah berusaha menjelaskan, namun tetap tidak ada pengertian yg sama yg bisa menjembatani kami. Karena dia menganggap teman itu sebagai sesorang yang sangat dekat. Dan teman dia tidak pernah banyak, dalam cerita-cerita kami temannya hanya itu-dan itu saja. Jika dia punya teman pria dan saya harus ngerti kalau temannya itu hanya sekedar teman, kenapa dia tidak bisa menerima kalu saya juga punya teman yang sorang wanita?

Ini memang bukan yang pertama kali, namun menjadi besar karena teman saya ini mantan legend saya. Dan saya yang menghubunginya duluan.

Buat mantan legend saya kalo baca ini : ketauan deh dulu pernah nge idolain kamu , tapi sekarang, saya punya yang saya inginkan di hati saya, untuk hidup saya. U just a past tense ending story.

Buat dia, yang paling aku sayang : saya lebih baik loose contact dengan seorang teman daripada harus loose contact dengan kamu.. Please call me.. Lets settle this together.. I’m dying in here

Mohon komentar pemabaca semua…





Saya Harus Bagaimana ??

3 09 2007

Kemarin kami nonton Cintapucino, another work of Rudi Soedjarwo. A novel based movie. Kisahnya tentang seorang perempuan yang dihadapkan kepada pilihan antara calon suami dan legend cinta dia. In the end, perempuan itu memilih legend dia.

So habis nonton jadilah kami “terbawa suasana” cerita masa lalu kami. Iya, dulu gw jg punya legend, tapi itu dulu n sekarang dia hanya sebatas teman bagi saya.
dulu pernah (saya bahkan lupa kapan) , entah karena gi gada kerjaan n pengen tau kabar temen-temen lama, saya pernah menghubungi temen-temen lama saya semasa SMA dahulu, termasuk legend saya dulu itu. Nothing matter in the conversation, just a regular chit-chat, how r u, whats up to, r u merried yet, bla-bla-bla.

Saya termasuk orang yang tidak ingin melupakan teman, ingin mempunyai banyak teman, karena sifat saya yang cenderung tertutup, menganggap suatu pertemenan adalah suatu yang berharga .

Untuk kasus legend saya ini, saya sudah sejak lama -bahkan jauh sebelum saya bertemu dengan tunangan saya yang sekarang- berhenti mengharapkan dia. Ya, dulu saya menyukai dia. Sempat sayang ?? ngga !!

Dan tunangan saya menganggap itu sebagai suatu bentuk penyelewengan yang sangat menyakiti hati. Duh. Walau dia berkata it’s okay, saya tahu di hatinya dia sedih, and sudah 24 jam lebih tidak menghubungi, kangen…

Walau sudah berusaha menjelaskan, namun tetap tidak ada pengertian yg sama yg bisa menjembatani kami. Karena dia menganggap teman itu sebagai sesorang yang sangat dekat. Dan teman dia tidak pernah banyak, dalam cerita-cerita kami temannya hanya itu-dan itu saja. Jika dia punya teman pria dan saya harus ngerti kalau temannya itu hanya sekedar teman, kenapa dia tidak bisa menerima kalu saya juga punya teman yang sorang wanita?

Ini memang bukan yang pertama kali, namun menjadi besar karena teman saya ini mantan legend saya. Dan saya yang menghubunginya duluan.

Buat mantan legend saya kalo baca ini : ketauan deh dulu pernah nge idolain kamu , tapi sekarang, saya punya yang saya inginkan di hati saya, untuk hidup saya. U just a past tense ending story.

Buat dia, yang paling aku sayang : saya lebih baik loose contact dengan seorang teman daripada harus loose contact dengan kamu.. Please call me.. Lets settle this together.. I’m dying in here

Mohon komentar pemabaca semua…