Private: Saya Harus Bagaimana ??

3 09 2007

Kemarin kami nonton Cintapucino, another work of Rudi Soedjarwo. A novel based movie. Kisahnya tentang seorang perempuan yang dihadapkan kepada pilihan antara calon suami dan legend cinta dia. In the end, perempuan itu memilih legend dia.

So habis nonton jadilah kami “terbawa suasana” cerita masa lalu kami. Iya, dulu gw jg punya legend, tapi itu dulu n sekarang dia hanya sebatas teman bagi saya.
dulu pernah (saya bahkan lupa kapan) , entah karena gi gada kerjaan n pengen tau kabar temen-temen lama, saya pernah menghubungi temen-temen lama saya semasa SMA dahulu, termasuk legend saya dulu itu. Nothing matter in the conversation, just a regular chit-chat, how r u, whats up to, r u merried yet, bla-bla-bla.

Saya termasuk orang yang tidak ingin melupakan teman, ingin mempunyai banyak teman, karena sifat saya yang cenderung tertutup, menganggap suatu pertemenan adalah suatu yang berharga .

Untuk kasus legend saya ini, saya sudah sejak lama -bahkan jauh sebelum saya bertemu dengan tunangan saya yang sekarang- berhenti mengharapkan dia. Ya, dulu saya menyukai dia. Sempat sayang ?? ngga !!

Dan tunangan saya menganggap itu sebagai suatu bentuk penyelewengan yang sangat menyakiti hati. Duh. Walau dia berkata it’s okay, saya tahu di hatinya dia sedih, and sudah 24 jam lebih tidak menghubungi, kangen…

Walau sudah berusaha menjelaskan, namun tetap tidak ada pengertian yg sama yg bisa menjembatani kami. Karena dia menganggap teman itu sebagai sesorang yang sangat dekat. Dan teman dia tidak pernah banyak, dalam cerita-cerita kami temannya hanya itu-dan itu saja. Jika dia punya teman pria dan saya harus ngerti kalau temannya itu hanya sekedar teman, kenapa dia tidak bisa menerima kalu saya juga punya teman yang sorang wanita?

Ini memang bukan yang pertama kali, namun menjadi besar karena teman saya ini mantan legend saya. Dan saya yang menghubunginya duluan.

Buat mantan legend saya kalo baca ini : ketauan deh dulu pernah nge idolain kamu , tapi sekarang, saya punya yang saya inginkan di hati saya, untuk hidup saya. U just a past tense ending story.

Buat dia, yang paling aku sayang : saya lebih baik loose contact dengan seorang teman daripada harus loose contact dengan kamu.. Please call me.. Lets settle this together.. I’m dying in here

Mohon komentar pemabaca semua…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: