Kencan sehat dengan Terapi Batu Giok

27 04 2008

Kemarin, di rekomendasikan oleh ibu, saya dan Ala mencoba terapi batu giok.

Penasaran, dan kebetulan yang membuka terapi adalah temannya ibu, kami meluncur menuju tempat terapi, sekitar 1.5km dari rumah Ala.

Sampai disana, langsung disambut pemilik rumah dan masuk ke ruang terapi. Di ruang terapi ada 4 dipan dan 2 alat terapi, bentuknya seperti alat buat cardiac shock (serem juga yah, hehehe), alat untuk kejut jantung yang basanya dipake klo pasiennya mau mokat. tapi bedanya diujung kabelnya bukan plat besi tapi sebuah papan dengan 5 batu bulet2 dengan posisi melingkar yang bisa saya tebak, itu adalah batu giok nya. Ala yang pertama mencoba, sementara saya mau lihat-lihat dulu, kalau ala nggak teriak-teriak ato kejang kejang baru saya mau coba😀 .

terapi batu giok ini ternyata metode diagnosa sekaligus dengan terapi nya. Jadi papan yang ada batu gioknya itu diberi panas/ listrik/ jampe/mantra/ sesajen tertentu (yang tiga terkahir jangan dianggap❗ ) sehingga mengeluarkan panas, yang saya taksir panasnya hingga 45 – 50°C (sumpe lo naksir❓ ) untuk setting orang dewasa. Lalau papan tersebut diletakkan di titik-titik tertentu sepanjang ruas tulang belakang. Kenapa tulang belakang❓ karena di depan gak ada tulang❗ , benar tapi selain itu (mencoba serius) karena tulang belakang sebenarnya memiliki fungsi yang mirip dengan otak, yaitu sebagai pusat syaraf. Tulang belakang juga mencerminkan setiap anggota tubuh yang ada. Terdapat titik-titik syaraf yang berubungan dengan organ lainnya, tepatnya ada 16 titik yang di terapi, bagian tubuh depan dan belakang.

Setelah dirasa aman, saya tertarik mencoba🙂 . Saat di terapi di titik kedua saya merasakan panas yang luar biasa sangat, rasanya seperti setrikaan panas di tempelin di kulit❗ setelah saya tanyakan ternyata di titik itu adalah terapi untuk bagian usus besar dan usus kecil, pokoknya bagian perut dalam. Duh. Ngeri juga soalnya punya riwayat buruk dari orang tua, walaupun tidak generatif, tapi lumayan bikin was-was. Buang pikiran jelek jauh-jauh. Namun di titik-titik selanjutnya panas sama sekali tidak terasa atau sekedar hangat-hangat, padahal suhu yang diberikan sama. Sementara Ala, merasakan panas di titik 2, dan 6 yaitu titik-titik peredaran darah, jantung, lambung. Hmmm… Makanya hon, olahraga❗

Terapi beres setelah sekitar setengah jam. Badan terasa lebih ringan dan panasnya sudah hilang, nggak kayak dikerok yang panasnya baru terasa kmudian. Kami disarankan terapi setiap hari, tapi mungkin ini akan jadi jadwal mingguan kami. Kencan sehat😀 berhubung belum nikah, klo udah nikah Ala pasti aku ajak olahraga terus. Hehehe

Becareful with what you eat, they’ll become your flesh and blood


Actions

Information

One response

12 06 2008
Yongki

minta alamatnya donk,mau coba nih.
Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: