[Q] Urgensi 17 Agustus 2008?

13 08 2008

Apakah anda masih dengan sukacita mengikuti upacara 17 Agustus di lingkungan anda ❓ Dengan sukacita menghormat sangsaka merah putih lambang negara tumpah darah kita ❓ Atau sekedar menundukkan kepala selama satu menit saja pada jam 10:00 pagi untuk mengheningkan cipta mengenang para orang tua, leluhur kita yang sudah mengorbankan nyawanya demi kebebasan yang kita rasakan saat ini ❓ Dengan kata lain, apa kabar nasionalisme anda ❓

Atau anda lebih memilih browsing, mengunjungi situs ter-ramai di Indonesia, atau menonton upacara secara streaming, atau anda hanya bisa bilang ah dia juga nggak gitu kok.

Memang, cinta tanah air bukan bagian dari iman, tidak seperti kebersihan 🙂 Sedikit kaitannya dengan ritual religius. Selamat merenung 😉





Pilkada Bandung, sebuah pendapat anak teknik

12 08 2008

Kemarin (Minggu, 10/08/2008), Bandung mengadakan hajat demokrasi, pemilihan walikota bandung, menetukan siapa yang memimpin Bandung lima tahun kedepan. Saya sendiri, sebagai warganegara yang baik mengikutinya dengan sungguh-sungguh.

Bagaimana saya akan memilih salah satu dari mereka? saya kunjungi situs mereka (dasar geek).

Situs calon nomor 1, hingga saat ini masih up, cukup simple, namun kurang informatif. Saat melihat profil calon walikota, kita harus meng-klik 10 link untuk tahu siapa dan bagaimana Pak Dada Rosada. Dibuat menggunakan CMS Joomla.

Situs calon nomor 2, sangat disayangkan masih banyak broken link nya. seperti saat saya ingin melihat strategi dan program dan resume, saya dilarikan ke halaman index. Hmm kurang serius kah? padahal dari segi konten, Taufikurahman center (Taufikurahman media center kali ya) sudah bersusah payah membuat akun di beberapa situs jejaring sosial (multiply, wordpress, facebook, friendster, flickr, youtube), yang youtube, ternyata dilarikan ke index (lagi), yu mari. Ada yang terlewat, seharusnya punya akun di LinkedIn, jadi kita bisa tahu seberapa banyak relasi beliau, resume dan riwayat pekerjaannya, hihihihi.

Situs calon nomor 3. Satu-satunya dan pertama, calon independen maju untuk pilkada. Tidak seperti dua situs sebelumnya, untuk nama domain menggunakan nama keduanya, tidak hanya nama calon walikotanya saja, kesannya menenggelamkan tokoh cawalkot nya (karakter asinan). Desainnya simpel, dengan tipografi yang cukup jelas dibaca,tidak ada broken link (linknya tidak terlalu banyak). Kalau calon nomor 2 narsis, sibuk bercerita tentang dirinya, dan calon nomor satu tim media centernya lah yang narsis dan memproteksi alamat email dengan Javascript dengan alasan takut SPAM, calon nomor tiga blak-blakan menerima masukan dari siapa pun yang berkunjung ke websitenya. Ada yang tertarik “mencoba” ❓ hehehe. Tampak sia-sia karena websitenya terlihat seperti static page (file ekstensi .htm/ html), namun patut dicoba 😉 .

Seluruh situs menggunakan font Arial dengan resiko antara huruf  l (L kecil) dan I (i besar) akan terlihat sama, sama seperti blog saya ini 😛 . Padahal untuk informasi politik seperti ini ada baiknya tidak menimbulkan salah baca atau penalaran ganda yang dapat ditanggulangi dengan memilih font yang tepat.

Hmm…Kesimpulan saya..

Ketiga calon terkesan terburu-buru dalam membangun websitenya. Tidak ada yang eksists jauh sebelum pilkada. Kalau tidak broken link, informasinya tidak lengkap. Hmm apakah mereka akan mengerti bagaimana memajukan teknologi Bandung ❓

Anda memilih siapa ❓ Saya sudah punya plihan. Tenang.. nggak golput kok, tapi rahasia ya….